Senin, 23 Januari 2012

Latsamapta GMF @Setukpa Polri Sukabumi

Saat menerima imel undangan Latsamapta, langsung aku suuzhon sama TH, ngapain sih ngadain Latsamapta, apa sekedar dijalanin karena sudah terlanjur di-programkan. Apa gak ada metode lain yang lebih pas untuk 'orang dewasa' seperti kita. Apalagi setelah kerja beberapa tahun aku ngerasa militansi dan kerja sama udah lumayan bagus, kok harus samapta segala. Akhirnya, saat briefing disampaikan bahwa samapta bertujuan membentuk sikap disiplin, loyal, integritas, mental yang kuat dan fisik prima. Tetap skeptis, tapi aku jalanin aja deh.

Tanggal 10 Januari, perjalanan ke Sukabumi dimulai dengan dilepas 'senior' Samapta batch sebelumnya, Mahar, Amrih, Prima. Perjalanan lumayan lama, menempuh 5 jam. Lokasi yang dituju adalah Setukpa Lemdikpol, Sukabumi, masih beberapa kilometer setelah SPN Lido, Sukabumi.

Sampai di tujuan kita ditunjukkan barak masing-masing. Lumayan sekamar berdua, aku sekamar dengan Eko Prasetyo yang datang terlambat karena masih ada urusan kantor. Satu barak diisi 24 orang dengan 10 kamar mandi. Lebih baik dari yang dikisahkan peserta Samapta batch sebelumnya (mungkin karena kita menempati barak Polwan). Fasilitas makanan juga mencukupi, makan tiga kali sehari dengan 3-4 lauk utama, sayur, buah dan kerupuk, terkadang ditambah sambel. Selain itu diselingi dua kali snack.

Esoknya Latsamapta diawali dengan upacara pembukaan dan dilanjutkan dengan materi NAC (Neuro Associative Conditioning) yang merupakan pengembangan dari training oleh Anthony Robbins. Intinya training ini membangun kepercayaan diri bahwa kita mampu menghadapi tantangan apapun. Dan saya juga menangkap, ternyata masih banyak polisi yang memiliki keinginan tulus untuk memperbaiki diri, instansinya dan masyarakat. Mudah-mudahan saja berhasil - karena aku yakin masih banyak masyarakat yang ill feel terhadap polri. Training ini dipandu oleh Kombes Suseno (Waka Setukpa), dengan salah satu event menariknya adalah 'fire walker', berjalan melewati api.

Training NAC selesai, hari ketiga diadakan tes samapta jasmani. Dengan sisa nafas yang ada (aku peserta tertua lho :D), aku cuma bisa berlari 1880 meter dalam 12 menit (hampir 5 putaran), sit up 34 kali dalam satu menit, dan push up 21 kali dalam satu menit. Tapi menurut Ariya yang menghitung push up, aku terlalu serius push up sampai bawah dibanding peserta lain yang terkadang hanya separuh turun. Pull up ditiadakan karena hujan deras.

Hari berikutnya training interpersonal skill, yang kira-kira materinya tentang ketrampilan komunikasi, observasi, dll, dilanjutkan dengan outbound keesokan harinya. Nah saat oubound, kita dibagi menjadi 3 sindikat, dan diadakan perlombaan antar sindikat. Perlombaan pertama tentang membuat yel-yel, logo dan semacamnya. Udah pasrahlah, perlombaan ini memang bukan tipeku, dan dimenangkan sindikat 3.

Perlombaan kedua tentang menempatkan 5 orang ke dalam bis dengan pekerjaan, suku, umur, hobby dan tujuan yang berbeda. Nah aku merasa perlombaan ini 'gue banget' deh. Trial pertama selesai dengan cepat, tapi setelah aku cek, kok salah. Akhirnya aku coba trial kedua, ketiga, keempat tidak ada yang pas ... dan menyerahlah aku. Apalagi sindikat lain sudah selesai, jadi biarlah temanku yang mengisi kertas untuk presentasi. Ternyata saat sindikat 2 maju mempresentasikan hasilnya, sama persis dengan trial pertamaku. Setelah aku lihat ulang, ternyata aku gak teliti saat mengecek hasil trial pertamaku: sudah benar tapi malah dikira salah. Trial berikutnya jelas makin salah, karena mencoba kombinasi yang berbeda. Yah, pelajarannya harus lebih bekerja sama (sehingga ada second opinion), walaupun dalam pekerjaan yang menurutku memerlukan konsentrasi dan kemandirian. Ternyata giliran sindikatku, aku yang diminta maju presentasi, ya sudahlah 'ngeles mode on'. Walaupun dalam hati merasa "I'm losing my favourite game" (The Cardigans).

Perlombaan ketiga tentang mengeluarkan bola dari pipa bocor dengan menuangkan air ke dalamnya. Dengan heroiknya akhirnya sindikat 1 berhasil memenangkan perlombaan ini. Aku yang kebagian mengisi air ke pipa, lumayan dapat kesempatan mandiin temen-temen ... sorry bro :D. Masih ada beberapa permainan lain dalam outbound, tapi tidak dilombakan antar sindikat.

Hari-hari berikutnya diisi dengan Perdaspol (baris-berbaris), halang rintang, SAR darat, beladiri polri, ekspedisi darat, dan beberapa materi di kelas. Sebenarnya dari samapta ini yang paling aku gak suka adalah lari dan baris-berbaris. Cukup sering kita harus berlari, dan aku harus memompa semangatku sendiri dengan nyanyi keras-keras. Gak tau deh, anggota peleton 1A yang lain jadi tambah semangat atau malah terganggu. Tentang baris-berbaris, ironisnya aku malah ikut peragaan baris-berbaris untuk penutupan, sehingga jadi harus banyak latihan baris-berbaris. Jalani sajalah :) - be professional.

Untuk halang rintang, ada 20 rintangan yang cukup menarik seperti benteng Takeshi. Sayang tidak dilombakan dan dihitung kecepatannya seperti saat tes samapta :D. Untuk SAR darat yang paling menarik adalah rapelling turun dari tower setinggi 15 meter, sebagai simulasi turun dari helikopter. Untuk beladiri polri, yang diajarkan adalah campuran karate dan judo, standar lah. Sedang ekspedisi darat sekedar jalan-jalan di sekitar kompleks Lemdikpol.

Tanggal 20 Januari, Samapta usai. Terima kasih untuk Kompol Sirait dan jajarannya, terima kasih rekan-rekan semua. Minimal dengan Latsamapta ini aku jadi kenal dengan orang-orang yang dari segi pekerjaan jarang berhubungan, selain beberapa materinya cukup menarik. Memang meninggalkan keluarga tanpa komunikasi (HP dikumpulkan) cukup menjadi perjuangan tersendiri.

Para peserta Latsamapta GMF batch 3 (kalau salah tolong dikoreksi dan ditambahin ya..., kok kayaknya ada yg kebolak-balik ya) dari kiri depan: Iptu Edy, Iptu Yadi, Ipda Letmi, Bripka Jupri, Bripka Sri, AKP Jumali, Iptu Bambang, AKP Rohandi; baris dua: Nita, Fika, Dyanti, Hesti, Mutia, Viona, Cindy, Karina, Tika; baris tiga: Denny, Rudy, Warsito, Ginanjar, Eko, Kompol Sirait, Cholik, Ibny, Fattah, Bayu, David, Angga; baris empat: Aris, Junarko, Arif, Sandro, Juni, Fauzi, Agung, Hendi, Ersyad, Cahyo; baris lima: Arie, Ismail, Ali, Asep, Dahlon, Bram, Rizki, Ozi, Dima; baris enam: Doby, Andito, Andriyono, Eko, Andy, Sugiat, Aryo, Jumadi; baris tujuh: Irtan, Rifandi, Ariya, Adit, Judo, Teguh, Yulian, saya.

.: aer :.
www.aer-reborn.blogspot.com

2 komentar:

Fauzia Tri Purnamawati mengatakan...

mudah2an bermanfaat dan ada perubahan bagi diri sendiri khususnya dan organisasi pada umummnya

Anonim mengatakan...

aamiin. thanks komennya :)

(note: kok gak ada notifikasi ke imel ya kalo ada komentar).

.:aer:.