Ada banyak fakta menarik terkait dengan angka 50.000 km ini, tentu bukan berkaitan dengan masalah klenik.
1. Menempuh jarak 50.000 km artinya saya telah mengelilingi bumi sebanyak 1,25 kali pada garis katulistiwa yang kelilingnya 40.075 km. (source: http://en.wikipedia.org/wiki/Earth). Sebuah pesawat Concorde dengan kecepatan 2.02 Mach - sekitar 2.140 km/jam (source: http://en.wikipedia.org/wiki/Concorde) dapat menempuh jarak yang sama hanya dalam 23 jam (tidak sampai satu hari). Atau kalau saya terbang lurus ke bulan, saya sudah menempuh jarak 1/7 nya. (jarak perigee: 364.397 km, source: http://en.wikipedia.org/wiki/Orbit_of_the_Moon)
2. Jarak 50.000 km dalam 3 tahun 7 bulan (anggap 1300 hari), artinya dalam sehari saya menempuh jarak rata-rata 38.5 km. Penanda bahwa saya seorang komuter sejati.
3. Dengan asumsi konsumsi bensin saya 50 km/liter, berarti saya sudah menghabiskan 1000 liter bensin. Setara dengan 62 LPG tabung 12kg, dengan asumsi kalor jenis LPG 11.920 kcal/kg (source: http://www.engineeringtoolbox.com/gross-net-heating-values-d_420.html), kalor jenis bensin 47.300 kJ/kg (source: http://www.engineeringtoolbox.com/fuels-higher-calorific-values-d_169.html) dan density bensin : 780 kg/m3 (source: SK Dirjen Migas). Dengan melihat rata-rata konsumsi per orang 22 kg LPG/tahun (source: Energy for Cooking in Developing Countries, OECD/IEA, 2006) berarti bisa untuk memenuhi kebutuhan dapur keluarga beranggotakan 4 orang selama 8,5 tahun. Lumayan juga. Atau kalau sebulan habis satu tabung LPG, berarti bisa untuk masak selama 5 tahun.
(catatan: 1 kJ/kg = 0.23884 kcal/kg)
4. Kalau bensin tersebut dipakai menjalankan genset, bisa menghasilkan listrik 10.250 kWh (asumsi efisiensi 100%). Untuk keluarga sederhana dengan pemakaian listrik 100 kWh/bulan (rata-rata pemakaian saya), berarti bisa dipakai untuk menyalakan listrik selama 102 bulan = 8,5 tahun.
5. 1000 liter bensin menghasilkan emisi CO2 sebanyak 2,5 ton CO2 (catatan : emisi faktor CO2 sebesar 69,3 ton CO2/TJ, source: 2006 IPCC Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories, Table 3.5.2). Ah kecil sekali ya, gak ngaruh. Berarti gak worth it dong bike to work :D. Tapi kalau ada 2 juta pengendara sepeda motor, lumayan juga sih.
6. Dengan kecepatan rata-rata 25 km/jam (maklum jalanan Jakarta macet). Berarti saya sudah menghabiskan 2000 jam di jalan, tepatnya di atas sepeda motor. Berarti 6,4 % waktu hidup saya terbuang di jalan. Silakan bandingkan dengan kota lain, berapa persen waktu habis untuk transportasi. Hal ini bisa dijadikan patokan untuk melihat efektifitas mode transportasi di Jakarta. (tapi saya pakai motor, kalau menilai transportasi publik harusnya saya naik bis atau angkutan umum).
7. Kalau harga bensin Rp.6000 per liter (sekarang), berarti untuk 1000 liter bensin, saya menghabiskan 6 juta rupiah (sebenarnya nggak juga karena dulu harga bensin cuma Rp.4500/liter). Biaya transportasi ini **** persen dari gaji sebulan (hehehe rahasia dong :D). Tapi pemborosan transportasi publik bisa dihitung dari persentase gaji yang dipakai untuk biaya transportasi.
Demikian fakta singkat tentang 50.000 km di atas motor. Nah sekarang saya tampilkan gambar odometer motor saya sebagai bukti.
Wah, kok baru 49.507 km. Berarti tulisan ini harusnya belum ditampilkan dong. :D Tapi terlanjur selesai ditulis, tampilin aja deh. Toh cuma beda 500 km, yang kira-kira ditempuh dalam 10 hari. Dan karena saya membeli motor akhir Januari 2005, berarti asumsi hari yang digunakan untuk perhitungan sudah cukup tepat lah. cheers.
.:aer:.
http://aer-reborn.blogspot.com


0 komentar:
Poskan Komentar