Sabtu, 29 Desember 2007

Welcome 2008 - Trend Berfikir Konseptual ?

Tahun 2008 memang belum datang. Tapi belakangan ini angin begitu kencang berhembus - at least di perumahan saya - 2008 pasti akan datang dengan cepat (terbantu hembusan angin ???). Tidak ada yang penting tentang 2008 memang, hanya saja bolehlah saya jadikan momentum untuk memulai lagi penulisan blog.

Sebuah imel dari seorang rekan, menarik untuk dijadikan kontemplasi awal ke mana kita akan bergerak - atau ke mana kita akan mempersiapkan anak kita mengarah.

.:aer:.
http://aer-reborn.blogspot.com

*****************

A whole new mind adalah judul sebuah buku karangan
Daniel H. Pink, mantan penulis pidato di gedung putih.

Awalnya, anak saya membawa buku yang dipinjam dari
perpustakaan sekolahnya ini ke rumah. Sekilas membaca,
saya langsung jatuh hati dan buru2 mencarinya di toko
buku. Saat ini memang baru saya baca separonya, tapi
sudah kebelet pengin cepet2 berbagi di milis ini,
siapa tahu bermanfaat bagi bapak/ibu dosen PN ITB,
atau malah buat kita semua yang peduli pendidikan
anak2 kita.

Buku ini meramalkan akan segera datangnya Zaman
Konseptual, menggantikan Zaman Informasi. Jadi mirip
Megratend-nya John Naisbitt yang pada awal 80-an
meramalkan segera datangnya Zaman Informasi
menggantikan Zaman Industri.

Alasan yang disampaikan Daniel Pink cukup masuk akal.
Zaman Konseptual akan segera datang karena 3 hal:
Kelimpahan, Asia, dan Otomatisasi. Kelimpahan artinya
saat ini segala hal begitu mudah didapatkan, apakah
itu informasi ataupun produk. Fenomena Asia menawarkan
pekerja intelektual yang murah, yang dapat
menggantikan pekerja intelektual dari US dan Eropa
dengan sama kualitasnya dengan harga yang jauh lebih
murah. Sedangkan Otomatisasi menyebabkan banyak
pekerjaan bisa diambil alih oleh mesin.

Akibat ke-3 hal di atas, tidak ada jaminan orang yang
memiliki intelektual bagus, berpikir analitis, runut,
yang merupakan ciri Zaman Informasi, bisa bertahan.
Mereka akan kalah bersaing dengan pekerja intelektual
yang tidak kalah kualitasnya tapi mau dibayar murah
dari India misalnya. Alhasil, agar bisa unggul, kita
(atau khusus untuk US dan Eropa saja?) mesti bergerak
ke Zaman Konseptual, karena nota bene kemampuan
konseptual tidak dapat tergantikan oleh pekerja
intelektual, apalagi oleh mesin. Dan untuk masuk Zaman
Konseptual, otak kiri menjadi less important,
sedangkan otak kanan menjadi more important. Otak
kanan akan mengambil alih dunia. Ke depan, kemampuan
otak kiri yang begitu kita dewakan sekarang ini, tidak
lagi menjadi prasyarat untuk memenangkan persaingan.

Dalam hal ini, ada 6 indera (atau kompetensi?) yang
mesti diasah: Design, Cerita, Simponi, Empati,
Bermain, dan Makna, yang kesemuanya berhubungan dengan
otak kanan manusia.

Alhasil, pendidikan anak kita yang selama ini terlalu
fokus ke otak kiri pun mesti dirumuskan ulang. Belajar
bercerita, misalnya, ternyata tidak kurang pentingnya
(atau malah lebih penting?) dari belajar matematika.

0 komentar: