Kerusakan pada pesawat terbang adalah suatu keniscayaan, sebagaimana halnya dengan dosa pada manusia. Oleh karena itu pada pesawat dilakukan perawatan secara berkala, mulai dari daily check, A check, C check, hingga D check (overhaul). Saat perawatan rutin tersebut, akan dilakukan pemeriksaan, apakah kerusakan yang terjadi masih dapat ditolerir atau tidak.Sejatinya, pada manusia berlaku hal yang sama. Ada event-event perawatan khusus di mana dosa-dosa manusia akan diampuni. Setiap hari ada yang namanya sholat lima waktu, yang diibaratkan Rasulullah bagaikan orang yang mandi di sungai sebanyak lima kali, yang dipastikan akan menjadi bersih. Kemudian setiap pekan ada sholat Jumat, di mana akan menggugurkan dosa satu pekan sebelumnya. Dan setiap tahun ada bulan Romadhon, di mana siapa yang berpuasa dan sholat malam dengan hanya mengharap ridho Allah, akan diampuni dosa-dosanya yang lampau. Ada lagi haji, di mana manusia akan diampuni dosanya kembali seperti saat dilahirkan.
Kembali ke pesawat terbang, sebagai contoh saat daily check ditemukan dent (semacam penyok pada kulit pesawat). Maka akan dilakukan pemeriksaan dan ditentukan apakah dent tersebut dapat dibiarkan, atau dent tersebut harus dipantau pada jadwal pemeriksaan berikutnya. Atau malah dent tersebut harus segera diperbaiki - dengan kata lain pesawat tidak boleh terbang sebelum dilakukan perbaikan.
Dent yang boleh diabaikan, pada manusia mungkin mirip jika melihat aurat wanita di jalan secara tidak sengaja. Karena saat ini mode begitu dinomorsatukan, dan norma kesopanan apalagi norma agama menjadi prioritas terakhir, kejadian tersebut hampir pasti sering kita alami. Nah jika saat melihat aurat tersebut, kita berpaling - maka itulah dent yang boleh diabaikan. Namun jika kemudian kita penasaran dan melihat lagi, maka perlu dilakukan istighfar atau amalan-amalan penghapus dosa yang terjadwal tadi.
Sedang jika kita berzina (atau melakukan dosa besar lainnya) - maka seharusnya kita segera di-grounded. Tidak boleh melakukan aktivitas apapun sebelum bertaubat - tanpa menunggu hingga jadwal perawatan tiba. Jika kita memaksakan beraktivitas sebelum bertaubat, maka hati-hatilah, siapa tahu malaikat Izroil sedang mengintai. Sama saja dengan pesawat. Untuk kasus dent yang dalam dan harus diperbaiki segera, bisa saja kita memaksakan menerbangkan pesawat. Namun resikonya bisa jadi dent tersebut menyebabkan kecelakaan pada penerbangan.
Memang kecelakaan belum tentu terjadi, seperti halnya seseorang yang menunda taubat belum tentu menemui ajalnya. Tapi siapa yang berani mengambil resiko ?
.:aer:.
http://aer-reborn.blogspot.com
********************
Referensi:
Perawatan Terjadwal:
1. Bagaimana pendapat kalian seandainya ada sungai di pintu yang digunakan untuk mandi setiap hari lima kali, apa yang kalian katakan apakah tersisa kotorannya? Mereka menjawab: Tidak sisa sedikitpun kotorannya. Beliau bersabda: sholat lima waktu menjadi sebab Allah hapus dosa-dosa. (HR Al Bukhori).
2. Sholat lima waktu dan jum’at ke jum’at dan Romadhon ke Romadhon adalah penghapus dosa diantara keduanya selama menjauhi dosa besar. (HR Muslim)
3. Siapa yang menegakkan romadhon (sholat) dengan iman dan mengharap pahala Allah maka diampunilah dosanya yang telah lalu. (Muttafaqun ‘Alaihi)
4. Siapa yang berhaji lalu tidak berkata keji dan berbuat kefasikan maka kembali seperti hari ibunya melahirkannya. (HR Al Bukhori)
Perawatan Tak Terjadwal:
1. Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang dapat menghapus dosa dan mengangkat derajat. Mereka menjawab: ya wahai rasululloh. Beliau berkata: Menyempurnakan wudhu ketika masa sulit dan memperbanyak langkah ke masjid serta menunggu sholat satu ke sholat yang lain, karena hal itu adalah ribath. (HR Muslim dan Al Tirmidzi)
2. Nabi Bersabda: Puasa hari Arafah saya berharap dari Allah untuk menghapus setahun yang sebelumnya dan setahun setelahnya dan Puasa hari A’syura saya berharap dari Allah menghapus setahun yang telah lalu. (HR Al Tirmidzi)
3. Dari Hudzaifah beliau berkata Allah memanggil seorang hambaNya yang Allah karuniai harta. Maka Allah berkata kepadanya: Apa yang kamu kerjakan di dunia? Ia menjawab: Wahai Rabb kamu telah menganugerahkanku hartaMu lalu aku bermuamalah dengan orang-orang. Dan dahulu akhlakku adalah memaafkan, sehingga aku dahulu mempermudah orang yang mampu dan menunda pembayaran hutang orang yang sulit membayar. Maka Allah berfirman: Aku lebih berhak darimu maka maafkanlah hambaKu ini (HR Muslim)
4. Bertakwalah kepada Allah di manapun kamu berada, ikutilah kejelekan dengan kebaikan yang menghapusnya dan pergauli manusia dengan etika yang mulia. (HR Al Tirmidzi dan Ahmad)
5. Sesungguhnya termasuk sebab mendapatkan ampunan adalah memberikan salam dan berkata baik. (HR Al Kharaithi)
6. Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla berfirman: Sungguh Aku bila menguji seorang hambaKu yang mukmin, lalu ia memujiku atas ujian yang aku timpakan kepadanya, maka ia bangkit dari tempat tidurnya tersebut bersih dari dosa seperti hari ibunya melahirkannya. (HR Ahmad)
7. Seorang Muadzin diampuni dosanya sepanjang (gema) suaranya. (HR Ahmad)
8. Hendaklah kamu memperbanyak sujud kepada Allah, karena tidaklah kamu sekali sujud kepada Allah kecuali Allah mengangkatmu satu derajat dan menghapus satu kesalahanmu (dosa). (HR Muslim)
9. Hendaklah kalian sholat malam, karena ia adalah adat orang yang sholeh sebelum kalian dan amalan yang mendekatkan diri kepada Robb kalian serta penghapus kesalahan dan mencegah dosa-dosa (HR Al Haakim)
10. Semua dosa orang yang mati syahid diampuni kecuali hutang. (HR Muslim)
11. Iringi antara haji dan umroh, karena mengiringi antara keduanya dapat menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana AL Kier (alat pembakar besi) menghilangkan karat besai. (HR Ibnu Majah)
12. Shodaqah menghapus dosa seperti air memadamkan api (HR Ahmad, Al Tirmidzi dan selainnya), dan QS Al Baqoroh : 271
13. Siapa saja yang melanggar larangan Allah kemudian ditegakkan padanya hukum pidana maka dihapus dosa tersebut. (HR Al Haakim)


