Borongan nih, mumpung lagi sempat, catatan jalan-jalan yang keinget - dan belum 'dilaporkan' - ditulis aja semua di sini. Tapi karena beberapa perjalanan udah cukup lama, mungkin laporan pandangan matanya jadi kurang detailMekar Sari
Hari ini pas tahun baru 2010, dan mengikuti anjuran iklan di TV, kita jalan-jalan lagi ke Mekar Sari, mumpung katanya anak di bawah 10 tahun gratis. Kita berangkat pagi - dengan asumsi orang-orang masih ngantuk karena habis malam tahun baruan - dan sampai di Mekar Sari sekitar jam 9 pagi. Lumayan kaget, ternyata masuk loket udah ada antrian, walaupun kira-kira setiap loket cuma antri 10 mobil. Total ada 4 loket. Sampai loket kita bayar per orang 18 ribu (kayaknya naik dibandingkan dulu) dan mobil sepuluh ribu. Hana dan Qonita gratis, seperti di iklannya. Dan ternyata kita juga masih dapet dua suvenir, yang berarti kita termasuk 1000 orang pertama yang datang di hari itu.
Sampai di dalam, masih belum terlalu ramai. Berhubung dulu kita sudah pernah keliling naik kereta, hari ini kita mencoba teater 3D - bayarnya 10 ribu untuk empat orang. Ternyata teater 3D nya kurang menarik :(. Layarnya terlalu kecil sehingga efek 3D-nya kurang terasa. Kaca mata 3D nya juga cuma terbuat dari kertas, sehingga kurang pas dipasang di mata - efek sampingnya bisa bikin pusing. Selain itu film animasinya kurang menarik. Pokoknya jauh dibanding film turtle punyanya teater 4D di Gelanggang Samudra, Ancol. Tapi yang penting anak-anak cukup senang lah. Hana sempat kaget dan Qonita masih maunya matanya ditutup. Padahal ortunya mungkin rada bored :D
Selesai dari teater 3D, kita mencoba naik ke Menara Pandang. Ternyata lift-nya mati, temboknya juga penuh coretan, pertanda kurang terawat. Kita naik tangga sampai tingkat teratas, mungkin tingkat lima ya. Sampai atas kita bisa melihat wahana apa yang menarik untuk dicoba. Akhirnya kita masuk Lembah Bermain dan membeli 4 koin yang harganya lima ribu per koin. Tadinya kita pikir 1 koin untuk satu orang, ternyata 1 koin untuk satu kendaraan, sehingga lumayan bisa menikmati empat permainan. Hana sempat mencoba pesawat yang muter-muter, wahana yang mirip Flying Fox - tapi duduk, kereta mini, dan monorail bersama ayahnya. Qonita cuma mencoba tiga wahana: pesawat, kereta mini dan monorail. Ibunya sama sekali gak naik apapun. Tentang monorail, ternyata lumayan bikin kaget takut jatuh waktu membelok. Mungkin karena ayahnya duduk ngadep belakang, sehingga mentalnya gak siap waktu belokan.
Dari lembah bermain, kita kembali ke depan. Antrian naik kereta terlihat mengular. Ternyata iklan Mekar Sari sukses deh. Terus kita mencoba masuk Kebun Keluarga, harga tiketnya cuma 3 ribu per orang. Sementara ayahnya sholat Jumat, ibu dan anak-anak melihat-lihat ke kebun keluarga. Selain buah-buahan dan sayuran, ternyata juga ada kerbau, sapi, kambing, musang kopi, kasuari, kalkun, buaya dan kuda poni. Anak-anak lumayan seneng ngasih makan kambing dan sapi. Padahal di perkampungan dekat rumah juga kadang masih bisa ngeliat kambing dan sapi ya :D
Akhirnya kita memutuskan pulang sekitar jam satuan. Keluar dari parkir mobil sudah padat dan harus beringsut keluar satu-persatu. Sampai luar, ternyata jalan menuju Mekar Sari macet total - bahkan sampai sekitar Legenda Wisata (berapa km tuh). Untung kita ke sini waktu pagi, kalau kesiangan pasti kita memutuskan muter balik. Setelah nyari makan di jalan, perjalanan lanjut deh ke rumah mbah kakung di Rambutan.
Taman Lalu Lintas CibuburTanggal 29 November 2009 kita nyoba jalan-jalan ke Taman Lalu Lintas Cibubur. Iseng aja pingin nyari alam terbuka. Jadi ceritanya kita masuk ke Bumi Perkemahan Pramuka, lupa bayarnya berapa - pokoknya murah (ntar kalau inget biayanya direvisi deh). Terus kita lanjut ke Taman Lalu Lintas, kayaknya di sini biaya masuknya sekitar dua ribu per orang - murah :D. Di dalam, sayangnya kurang rindang. Kita sempat menuju taman yang ada di pojok kanan (di sana ada perosotan - favoritnya Qonita), tapi ternyata sudah sangat tidak terawat. Malah di sana ada binatang liar - binatang apa ya, lupa padahal udah di ujung lidah. Kalau monyet liar memang banyak di sana, tapi yang ini binatang merayap - apa ya.
Seperti biasa, akhirnya kita naik beberapa wahana, mulai dari kereta api, gokart, sampai sepeda tandem. Bayarnya kalau gak salah sekitar 10 ribu per wahana. Yah lumayan lah untuk nyenengin anak-anak. Harusnya di sini ada simulasi aturan lalu lintas ya, jangan cuma menyewakan wahana tanpa guidance lalu lintasnya.Di salah satu persimpangan ada baliho besar lengkap dengan foto BHD berukuran besar. Jadi enek (baca: mual :D) deh, soalnya isyu cicak vs buaya lagi panas-panasnya, dan lagi lumayan sentimen negatif ke petinggi-petinggi polisi. Udah gitu Qonita sempet ngomong, adek pengen jadi polisi ... gubrak tuing-tuing ...
Lepas dari Taman Lalu Lintas, kita langsung pulang, paling sekitar dua jam di sana. Harusnya kita muter-muter dulu ya di dalam bumi perkemahan. Katanya ada danaunya. Tapi kita memang berencana cuma jalan-jalan sebentar, jadi lanjut pulang ke rumah.Taman Safari Indonesia
Nah kalau yang ini dijamin udah lupa detailnya, soalnya kejadiannya tanggal 8 Agustus 2009. Minggu pertama pindah kerja, diajakin sama keluarga besar jalan-jalan ke Taman Safari. Mereka jalan hari jumat sore, tapi berhubung masih ngantor - banget - kita sekeluarga nyusul hari Sabtu paginya.
Kita ngumpul di Hotel Safari Garden. Keliling-keliling sebentar di area hotel, ada taman burung, ada kuda poni, dan ... Hana ama Nita seneng banget foto bareng patung binatang - terus kita lanjut naik ke Taman Safari. Biaya masuknya gak inget, mungkin sekitar 100 ribu per orang, dan ada diskon kalau sebelumnya nginep di Hotel Safari Garden.Rombongan kita ada tiga mobil, full. Seperti biasa kita menyusuri area hewan-hewan, mulai dari yang jinak seperti gajah, zebra, jerapah, kuda nil; sampai yang buas seperti beruang, singa dan harimau.
Selesai ngeliat binatang, kita makan bersama dan dilanjut dengan mencoba wahana yang ada. Kita menjajal kincir raksasa dan kereta mini yang mengitari baby zoo. Sempat mencoba naik ke atas, ada penguin, dan katanya ada air terjun, tapi karena waktunya singkat, kita cuma lewat di jalanannya menuju mesjid. O iya sangat disayangkan, di sini tempat parkir di dekat masjid sangat kecil, sehingga terpaksa ngedrop orang di masjid, dan balik lagi ke atas dekat penguin untuk markir mobil. Waktu itu parkiran di dekat tempat makan juga sudah penuh.
Sekitar jam dua-an kita pulang, dan karena aku ngisi bensin sebentar, ternyata tepat di depan gerbang Taman Safari, jalur ke bawah ditutup. Dan karena kita gak pengalaman - dan berada di barisan paling depan - akhirnya kita muter ke atas dan mengikuti antrian mobil yang turun. Padahal setelah (mungkin) dua jam kemudian, kita baru sadar harusnya kita nunggu di depan gerbang Taman Safari aja, karena nanti prioritas turun duluan setelah jalur ke bawah dibuka lagi. Hitung-hitung pengalaman lah - hehehe.Kayaknya next time kita bakalan balik ke Taman Safari lagi, anak-anak seneng sih. Hehehe ... anak-anak sih ke mana aja, asal keluar rumah, bakalan seneng.
...btw kayaknya besok-besok kita upload juga jalan-jalan ke Sea World dan Pasir Mukti. Mudah-mudahan detail informasinya juga masih inget. Dan juga kalau detil Taman Safari dan Taman Lalu Lintas udah inget/dapet (misal info biaya), bakalan direvisi.
.:aer:.
http://aer-reborn.blogspot.com
.jpg)


